- Detail
- SMP Negeri 1 Mungkid
- Berita
- Dilihat: 442
Pada hari Sabtu, 20 April 2024, dilakukan pembagian laporan hasil Uji Coba Asesmen Sumatif Akhir Tahun (UCO ASA) Ke-2 di beberapa sekolah menengah. UCO ASA Ke-2 ini menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan rata-rata nilai tertinggi dari 11 mata pelajaran mencapai angka 90.76. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata nilai pararelnya, mencapai 70.87, yang menunjukkan kenaikan sebesar 6.1 poin dari UCO ASA ke-1 sebelumnya.
Menyambut hasil yang memuaskan tersebut, agenda selanjutnya bagi siswa kelas 9 adalah mempersiapkan diri untuk Asesmen Sumatif Akhir Tahun yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 27 April mendatang, serta Ujian Sekolah Tulis yang diagendakan pada 6 hingga 13 Mei 2024.
Dalam upaya memperkuat motivasi psikologis siswa menghadapi jenjang asesmen dan ujian selanjutnya, wali kelas memprakarsai diskusi antara siswa untuk saling menyemangati dan berbagi pemikiran tentang motivasi belajar. Beberapa pernyataan bermakna yang diutarakan siswa saat diskusi antara lain:
- "Belajar sampai bisa, jangan terlalu mengejar nilai." - Zahrina.
- "Belajar tidak perlu lama, tetapi harus konsisten." - Nabila.
- "Belajar dengan giat, jangan lupa berdoa." - Arinda.
- "Tetap semangat, jangan menyerah. Capek boleh, nyerah jangan." - Farhan.
- "Tanamkan dalam niat, belajar itu penting, bukan yang penting belajar." - Puan.
- "Jauhkan diri dari HP jika ingin fokus belajar." - Ariesna.
Pernyataan-pernyataan ini menyoroti pentingnya motivasi intrinsik dalam proses belajar, di mana kesadaran atas pentingnya materi dan ketekunan dalam belajar menjadi kunci keberhasilan, bukan sekadar mengejar nilai semata. Hal ini sejalan bahwa pemahaman diri terhadap belajar yang baik dapat membantu siswa membangun motivasi yang kuat untuk meraih kesuksesan dalam ujian.
Dengan adanya pembagian laporan UCO ASA Ke-2 ini serta diskusi yang menginspirasi, diharapkan siswa-siswa dapat semakin termotivasi dan mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi tantangan berikutnya dalam perjalanan pendidikan mereka. DPS.
- Detail
- SMP Negeri 1 Mungkid
- Berita
- Dilihat: 413

Ramadhan 1445H, Rohis SMP Negeri 1 Mungkid mengadakan program pengumpulan zakat dan pentasarrufan zakat sebagai upaya untuk membantu siswa dan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya zakat dan membentuk karakter siswa yang peduli terhadap sesama.
Dalam program pengumpulan zakat, siswa SMP Negeri 1 Mungkid diminta untuk mebawa zakat fitrah sebesar 2,5 kg beras atau uang 40 ribu rupiah. Pengumpulan zakat fitrah dilakukan selama 3 hari, yaitu Senin 1 April 2024 s.d Rabu 3 April 2024. Siswa kelas 7, 8 dan 9 secara bergantian mengumpulkan zakat di ruang workshop dengan rincian total zakat yang terkumpul:
- Kelas 7: 220 siswa kali 2,5 kg beras = 550 kg
- Kelas 8: 196 siswa kali 2,5 kg beras = 490 kg
- Kelas 9: 195 siswa kali 2,5 kg beras = 487,5 kg
- Total pengumpulan beras: 1527,5 kg (dibagi dalam kantong beras 5 kg per paket)
- Menjadi total 306 paket kantung beras (5 kg per paket)

Setelah zakat terkumpul dan dijadikan paket 5kg-an, Rohis didampingi Bapak Ibu Guru melaksanakan pentasarrufan zakat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang cara yang tepat dalam mengelola dan menggunakan zakat serta memberikan pengalaman paktik nyata dalam pengelolaan zakat.

Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Muh Rohayat mengatakan, " Program pengumpulan zakat dan pentasarrufan zakat ini merupakan bagian dari program sosial yang rutin dilakukan oleh SMP Negeri 1 Mungkid. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan manfaat yang besar bagi siswa dan masyarakat yang membutuhkan serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap sesama. Kami berharap program ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari seluruh stakeholder."
Laporan pembagian zakat:
- 162 paket kantung beras dibagikan kepada siswa SMP Negeri 1 Mungkid
- 98 paket kantung beras dibagikan oleh panitia ke warga sekitar
- 40 paket kantung beras dibagikan kepada instansi/yayasan pemohon zakat dari pihak luar sekolah
- 06 paket kantung beras dibagikan ke petugas keamanan dan kebersihan sekolah
- Total beras masuk: 306 paket kantung beras
- Total keluar: 306 paket kantung beras
Program ini sebagai pendidikan karakter yang harus diajarkan sejak dini. ”Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih siswa/i SMP Negeri 1 Mungkid yang beragama Islam untuk melaksanakan Rukun Islam ke 3 yaitu Membayar Zakat. Bukan sekedar membayar saja, membayar itu prakteknya. Namun juga di berikan pelajaran mengenahi hukum dan seluk beluk Zakat itu sendiri. Manfaat zakat agar bisa di nikmati oleh orang yang berhak menerimanya. ” demikian yang disampaikan oleh M. Asrori selaku Guru PAI dan Pembina kegiatan.
Pembagian zakat dalam bentuk beras telah disalurkan semua. Kami atas nama SMP Negeri 1 Mungkid dan Rohis sebagai Panitia Zakat Ramadhan 1445H mengucapkan terima kasih atas kepercayaan siswa/i dan orang tuanya yang telah memberikan kepercayaan menyalurkan zakat disekolah. Semoga, zakat fitrah yang diberikan dapat bermanfaat bagi siswa dan masyarakat. (MAAW)
- Detail
- SMP Negeri 1 Mungkid
- Berita
- Dilihat: 374

Sabtu, 7 April 2024, SMP Negeri 1 Mungkid mengadakan acara penyerahan santunan kepada siswa yatim/ piatu. Pemberikan santunan berupa uang kepada beberapa siswa yang termasuk anak yatim, piatu, yatim-piatu, maupun siswa kurang mampu. Agenda ini merupakan program sosial rutin yang merupakan inisiatif Bapak Ibu Guru Karyawan SMP Negeri 1 Mungkid. Total sebanyak 36 siswa/siswi mendapat bantuan santunan tersebut. Terdiri dari kelas VII sebanyak 11 siswa, kelas VIII sebanyak 14 siswa dan kelas IX terdiri dari 11 siswa. Kepala Sekolah, Muh Rohayat, S.Pd. menyampaikan, “Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk saling berbagi, semoga berkah untuk kita semua.” Begitu pula, Guru PAI, M.Asrori, S.Ag, M.Pd., menambahkan, “ Pada Ramadhan tahun ini kami mengadakan santunan kepada anak-anak kami yang kurang mampu. Semoga dapat menambah semangat belajar dan mendapatkan berkah Allah SWT, Aamiin.”
Kegiatan santunan yatim di SMP Negeri 1 Mungkid ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dan empati terhadap sesama tetap hidup dan terus bersemi di tengah masyarakat. Semoga kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk saling berbagi kebahagiaan dan berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, Bapak Ibu Guru Karyawan mengumpulkan dana sejumlah 1.8 juta rupiah dan ditambah dari donatur sebesar 3.6 juta rupiah untuk membantu seluruh anak yatim/piatu di SMP Negeri 1 Mungkid.
Semoga kegiatan ini bermanfaat dan terus berlanjut serta terima kasih kepada seluruh Bapak Ibu Guru Karyawan beserta donatur dalam kegiatan ini. Semoga mendapat pahala berlimpah, Aamiin. (MAAW)
- Detail
- SMP Negeri 1 Mungkid
- Berita
- Dilihat: 426

Ramadhan 1445H, Rohis SMP Negeri 1 Mungkid mengadakan beberapa kegiatan yang diantaranya yaitu buka bersama masing-masing angkatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergantian, untuk kelas 7 dilaksanakan Jum’at, 22 Maret 2024, kelas 8 dilaksanakan Kamis, 28 Maret 2024 dan kelas 9 dilaksanakan pada Kamis, 4 April 2024.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 untuk kehadiran siswa, dilanjutkan kajian islami bersama Ustadz Asrori sampai pukul 17.30. Pukul 17.30 anak-anak bersiap untuk berbuka, masing masing kelas mempunyai cara yang berbeda dalam berbuka. Ada yang membawa bekal dari rumah, memesan makanan minuman secara online serta secara kolektif satu kelas memesan makanan minuman melalui catering kemudian bersama sama berbuka di halaman/ lapangan upacara SMP Negeri 1 Mungkid.

Kegiatan ini bertujuan mendalami ilmu agama, memupuk rasa persaudaraan, kekompakan serta kebersamaan satu kelas khsusunya dan antar kelas dalam satu angkatan. M. Asrori, S.Ag, M.Pd., selaku pembina mengakatan,” belajar tidak sealu di dalam kelas, melalui kegiatan buka bersama ini diharapkan anak-anak mampu belajar agama islam secara kaffah dengan disain kegiatan yang menarik bagi siswa”.

Kegiatan ditutup dengan sholat maghrib berjamaah dan sapu jagat oleh seluruh siswa pada pukul 18.30. Siswa ada yang jalan dan dijemput orang tua bagi siswa yang rumahnya jauh dan tidak terjangkau untuk berjalan kaki. (MAAW)
- Detail
- SMP Negeri 1 Mungkid
- Berita
- Dilihat: 580
Pertemuan antara perwakilan orang tua/wali siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan pihak sekolah yang diselenggarakan di ruang Lab IPA pada Kamis, 4 April 2024, menjadi momentum penting dalam membahas program sekolah serta masalah disiplin kehadiran dan penggunaan HP siswa di sekolah.

Pada sesi pertama, pertemuan membahas tentang tata tertib sekolah terkait larangan penggunaan HP serta detail teknis pengecualian yang dijabarkan pada surat edaran KS SMP N 1 Mungkid No 421/193/04.20.SMP/2024. Terkait penggunaan HP siswa di sekolah, dijelaskan bahwa siswa harus menitipkan HP kepada wali kelas selama tidak digunakan dalam pembelajaran. Orang tua diajak untuk memberikan penguatan terkait tata tertib tersebut agar siswa cermat dan bijak dalam penggunaan HP di sekolah.
Kemudian Diskusi terkait penggunaan HP juga dilanjutkan dengan kondisi penggunaan HP di rumah yang disampaikan oleh beberapa perwakilan orang tua/wali siswa. Orang tua menyampaikan dengan penggunaan HP yang tanpa pengawasan, anak cenderung menarik diri dari kehidupan nyata, banyak di kamar hingga akhirnya menimbulkan banyak masalah lainnya seperti siswa menjadi apatis, berkomunikasi dengan kasar, pendiam dan penyendiri, menyembunyikan sesuatu hingga berbohong. Orang tua menyepakati bahwa untuk mengurangi efek negatif penggunaan HP di rumah, orang tua harus tegas membatasi penggunaan HP, menjaga privasi anak namun tetap menanamkan keterbukaan sehingga berkala orang tua dapat mengakses dan mengecek konten di dalam HP, dan lebih baik lagi, orang tua harus mampu mengelola komunikasi aktif dan efektif untuk menumbuhkan ikatan batin antara anak dan orang tua dan keluarga dan anak ditanamkan nilai-nilai keluarga dan mengikuti peraturan orang tua. Orang tua/wali juga mengusulkan terkait penggunaan HP di sekolah, agar diadakan pemeriksaan serentak dan berkala serta diterapkan pendisiplinan literasi tulis bagi siswa yang melanggar secara konsisten sesuai poin-poin yang tercantum dalam surat edaran.

Selain tentang tata tertib larangan dan penggunaan HP Siswa, diskusi dilanjutkan dengan membahas tentang Disiplin Kehadiran menggunakan Aplikasi Barcode. Disampaikan oleh sekolah bahwa urgensi kehadiran menggunakan Aplikasi Barcode adalah untuk mendapatkan data yang valid terkait disiplin kehadiran siswa yang akan dipertanggungjawabkan pada proses akreditasi sekolah di tahun 2026 mendatang. Diketahui Bersama bahwa akreditasi sekolah akan berpengaruh sebagai komponen pertimbangan nilai akademis siswa. Pada pendisiplinan kehadiran menggunakan Aplikasi Barcode didiskusikan terkait sangsi pelanggaran yaitu membuat literasi tulis dari buku di perpustakaan. Orang tua diajak memberikan dukungan dengan mendampingi siswa membuat produk tersebut untuk memberikan efek jera secara positif. Disampaikan oleh perwakilan orang tua/siswa bahwa kesulitan siswa dalam membuat produk adalah melawan rasa malas dan capek dalam membaca dan menulis. Dengan adanya pendisiplinan ini justru orang tua/wali mendukung karena merupakan ajang melatih ketahanan belajar anak, tanggung jawab serta juga dapat menjauhkan anak dari aktifitas menggunakan HP.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan dukungan kuat dari orang tua/wali siswa terhadap program sekolah yang bertujuan menciptakan iklim belajar yang produktif dan kondusif, serta memperkuat profil pelajar Pancasila.
Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan orang tua/wali siswa, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang seimbang antara penggunaan teknologi dan disiplin kehadiran yang memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa. Demi masa depan pendidikan yang lebih baik, kerjasama antara sekolah dan orang tua/wali siswa merupakan kunci utama dalam mencapai tujuan bersama. (DPS)
