https://www.youtube.com/watch?v=M-XOWoFT8-k

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan program yang telah diimplementasikan di seluruh provinsi, baik melalui fasilitasi dari Perwakilan BKKBN Provinsi maupun replikasi yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah Bidang Pengendalian Penduduk dan KB sesuai dengan tingkatan wilayah kewenangan. Di tengah varian kualitas dan kuantitas pelaksanaan SSK di setiap daerah, SMP Negeri 1 Mungkid meraih SSK paripurna dengan prestasi luar biasa.

Kriteria paripurna SSK meliputi sejumlah indikator, seperti memiliki SK Penunjukan, keikutsertaan dalam kegiatan sosialisasi, pelaksanaan orientasi/pelatihan penyusunan RPP/modul ajar terintegrasi materi Bangga Kencana, tersusunnya RPP/Modul Ajar integrasi materi Bangga Kencana, koordinasi dan penguatan SSK, memiliki Pojok Kependudukan, serta kegiatan kesiswaan/eskul yang mengandung konten Bangga Kencana. Keberhasilan SMP Negeri 1 Mungkid dalam memenuhi semua kriteria ini menjadikannya layak untuk mengikuti SSK Paripurna Terbaik 2024 tingkat nasional.

Persiapan untuk menghadapi SSK Paripurna Terbaik Nasional 2024 ini dipimpin oleh Bapak Yusuf Winaryo, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kehumasan, serta Bapak Muhammad Agung Aprilian Widiatmoko selaku koordinator. Persiapan tersebut meliputi berbagai aspek, seperti:

  1. Dokumentasi Resmi: Penyusunan dokumen kebijakan sekolah tahun ajaran 2022/2023 yang menunjukkan dukungan resmi untuk menciptakan lingkungan sekolah berwawasan kependudukan.
  2. Kegiatan Internal Sekolah: Rapat perencanaan kegiatan, penyusunan RPP/Modul Ajar, dan pengembangan kapasitas guru untuk memperkuat pelaksanaan program SSK di sekolah.
  3. Kerjasama dengan Sekolah Lain: Melibatkan forum guru atau forum lainnya dalam rangka memperkuat implementasi program SSK, termasuk pengembangan kapasitas guru, koordinasi, dan sosialisasi.
  4. Monitoring dan Evaluasi: Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program SSK di sekolah selama satu tahun.
  5. Integrasi Materi Pembelajaran: Penyusunan RPP/Modul Ajar yang mengintegrasikan materi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta isu kependudukan lokal.
  6. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R): Memastikan keberadaan PIK-R dengan SK pembentukan sebagai sarana untuk memberikan informasi dan konseling kepada remaja terkait dengan isu kependudukan.
  7. Kegiatan Ekstrakurikuler: Mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler selain PIK-R yang mengandung substansi Program Bangga Kencana untuk pengembangan minat bakat siswa.
  8. Media dan Saluran Publikasi: Memiliki beragam media dan saluran publikasi, termasuk media sosial sekolah, sebagai sarana untuk menyebarkan informasi terkait kependudukan.
  9. Inovasi dan Kreativitas: Mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam metode pembelajaran, optimalisasi Pojok Kependudukan, pembuatan jingle atau lagu Mars SSK, serta kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang memuat substansi Bangga Kencana Edukasi Pencegahan Stunting.
  10. Prestasi dan Penghargaan: Memiliki prestasi atau penghargaan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional sebagai bukti keberhasilan pelaksanaan program SSK.

Untitled

SMP Negeri 1 Mungkid yakin akan mampu meraih prestasi dan mewujudkan Sekolah Siaga Kependudukan sesuai tujuannya, yaitu mengantarkan siswa menuju kesejahteraan belajar dan kehidupan masa depan yang lebih baik. Dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat, SMP Negeri 1 Mungkid siap menjadi perwakilan yang gemilang dalam SSK Paripurna Terbaik Nasional 2024. (DPS)

ppdb31.png

Rabu, 20 Maret 2024 ratusan pendaftar siswa baru beserta orang tua kembali berbondong-bondong memenuhi SMP Negeri 1 Mungkid untuk memenuhi tahapan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025.

Tahapan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 1 Mungkid di hari Rabu, 20 Maret 2024 diwarnai dengan proses pencabutan berkas pendaftaran calon peserta didik baru yang sudah terlempar dari rangking berdasarkan kuota yang tersedia. Kekecewaan nampak dari raut orang tua yang putra/putrinya sudah tidak masuk kuota PPDB SMP Negeri 1 Mungkid dan harus rela memupus harapannya untuk mengeyam pendidikan di SMP Negeri 1 Mungkid.

Kuota: 105

Pendaftar: 170

Terverifikasi: 168

Diterima: 105

Kuota: 18

Pendaftar: 101

Terverifikasi: 101

Diterima: 18

Kuota: 20

Pendaftar: 78

Terverifikasi: 73

Diterima: 20

Kuota: 8

Pendaftar: 2

Terverifikasi: 2

Diterima: 0

Kuota: 8

Pendaftar: 0

Terverifikasi: 0

Diterima: 0

Kuota: 74

Pendaftar: 220

Terverifikasi: 218

Diterima: 74

Kuota: 13

Pendaftar: 2

Terverifikasi: 2

Diterima: 1

Kuota: 0

Pendaftar: 0

Terverifikasi: 0

Diterima: 0

Panitia, khususnya dibagian operator pendaftaran berupaya membantu orang tua untuk memindahkan jalur pendaftaran PPDB dan membantu proses cabut berkas untuk kemudian dibawa ke sekolah lain yang masih memungkinkan untuk menerima pendaftar calon peserta didik baru.

Salah satu orang tua berkeluh kesah kepada panitia tentang kekecewaan untuk mencari sekolah lain,” sedih dan bingung, anak saya ingin sekali sekolah di SMP Negeri 1 Mungkid tetapi sudah terlempar dari rangking berdasarkan kuota yang tersedia”

ppdb32.png

Pendaftaran PPDB resmi berakhir pada Rabu, 20 Maret 2024 pukul 17.00. Dengan demikian proses selanjutnya menganalisis para pendaftar yang meliputi verifikasi data dan pengalihan kuota untuk memenuhi kuota yang kosong sesuai ketentuan. Proses analisis akan dilaksanakan besuk Kamis, 21 Maret 2024 dan pengumuman resmi calon peserta didik yang diterima kakan diumumkan pada hari Jum’at, 22 Maret 2024 secara online maupun offline.

Dian Purnama Sari, selaku Koordinator Admin sekaligus Wakil Kepala Urusan Kurikulum SMP Negeri 1 Mungkid, memberikan pernyataan seputar hari terkahir pendaftaran. "Alhamdulillah total pendaftar PPDB SMP Negeri 1 Mungkid tahun ini sebanyak 553 pendaftar. Kuota yang tersedia hanya 246 siswa, jadi banyak yang harus mencari sekolah lain. Kami dari segenap panitia berterima kasih atas animo yang luar biasa untuk mendaftar pada PPDB SMP Negeri 1 Mungkid tahun ini dan mohon maaf jika dalam pelayanan masih banyak kekurangan serta belum bisa memenuhi ekspektasi bapak ibu orang tua" tuturnya. (MAAW)

PPdb33.png

Senin, 18 Maret 2024, menjadi momen bersejarah bagi ratusan calon siswa yang berbondong-bondong memenuhi SMP Negeri 1 Mungkid untuk mendaftarkan diri dalam Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025. Antrean yang panjang dan semangat yang membara menjadi pemandangan khas di hari pertama pendaftaran ini.

PPDB1.png

Dalam PPDB ini, SMP Negeri 1 Mungkid menawarkan kuota yang mencukupi untuk berbagai jalur penerimaan, mencakup Jalur Zonasi Murni, Zonasi Mutu, Afirmasi, Prestasi, dan lain sebagainya. Kuota yang tersedia, yang mencapai 246, ternyata tidak mampu menampung antusiasme masyarakat, dengan jumlah pendaftar mencapai 399 pada hari pertama Pk.14.00.

Menurut data yang dirilis, kuota PPDB SMP Negeri 1 Mungkid untuk tahun ajaran 2024/2025 terbagi menjadi Jalur Zonasi Murni 105, Zonasi Mutu 18, Afirmasi 20, Afirmasi Disabilitas 8, Afirmasi ATS 8, Prestasi 74, dan Perpindahan Tugas Orang Tua 13. Adanya beragam jalur penerimaan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi warga negara usia sekolah untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Renggo Ayu, Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Mungkid, memberikan ulasan tentang hari pertama pendaftaran yang berlangsung dengan lancar meskipun cukup ramai. "Hari pertama lumayan ramai dan lancar. Walau dalam bulan Ramadhan, pihak panitia dan pendaftar tetap antusias pada pelaksanaan PPDB TP 2024/2025," ujar Renggo Ayu.

PPDB2.png

Kegiatan pendaftaran akan berlangsung hingga tanggal 20 Maret 2024, diikuti dengan analisis data pada tanggal 21 Maret 2024. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 22 Maret 2024, sementara proses daftar ulang bagi calon siswa yang diterima akan berlangsung pada tanggal 22-23 Maret 2024.

PPDB merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan pendidikan setiap tahunnya. Dengan proses yang transparan dan adil, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan berkualitas bagi siswa-siswa SMP Negeri 1 Mungkid pada tahun ajaran mendatang. (MAAW)

PPDB11.png

Selasa, 19 Maret 2024 ratusan pendaftar siswa baru beserta orang tua kembali berbondong-bondong memenuhi SMP Negeri 1 Mungkid untuk memenuhi tahapan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025.

Tahapan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 1 Mungkid mewajibkan Orang tua/wali hadir di SMP Negeri 1 Mungkid dengan membawa berkas pendaftaran untuk mendaftar online, verifikasi kelengkapan berkas pendaftaran, verifikasi kebenaran berkas pendaftaran lalu verifikasi oleh admin/operator untuk kemudian diaprove oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, baru kemudian bisa muncul dijurnal perangkingan.

PPDB12.png

Panitia dan orang tua/wali nampak semangat ditengah terik matahari yang panas dan tetap menjalankan puasa wajib Ramadhan. Antrian yang panjang dan proses verifikasi yang membutuhkan cukup waktu menambah suasana riuh hiruk pikuk bercampur tegang. Semua orang tua/wali berharap yang terbaik untuk putra-putrinya. Perjuangan dari pagi sampai sore supaya putra-putrinya bisa mengenyam Pendidikan di SMP Negeri 1 Mungkid.

PPDB21.png

Beberapa pendaftar jalur afirmasi dan yang menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) dilakukan survei oleh tim untuk mendapatkan data yang akurat dan objektif. Proses survei meliputi wawancara, kroscek data berkas dengan keadaan riil di lapangan serta pengamatan terhadap subjek yang disurvei.

PPDB22.png

Panitia bahkan lembur sampai pukul 20.00 untuk memverifikasi berkas demi para pendaftar supaya segera mendapat kepastian di jurnal perangkingan.

PPDB23.png

Yusuf Winaryo, Ketua dua sekaligus Wakil Kepala Urusan Hubungan Masyarakat SMP Negeri 1 Mungkid, memberikan ulasan tentang hari kedua pendaftaran yang berlangsung luar biasa. "Hari kedua sungguh menguras energi, pikiran dan emosi. Alhamdulillah masih dalam koridor lancar. Panitia cukup solid dan saling menguatkan satu sama lain untuk pelayanan prima kepada para pendaftar PPDB SMP Negeri 1 Mungkid," ujar Yusuf Winaryo. (MAAW)

WhatsApp Image 2024 03 18 at 13.34.23Pada Jum’at, 15 Maret 2024, SMP Negeri 1 Mungkid Kabupaten Magelang menjadi pusat kegiatan penting dalam upaya mewujudkan rintisan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di wilayah Mungkid khususnya. Acara ini melibatkan berbagai pihak termasuk Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang, sekolah-sekolah binaan, serta tim SSK SMP Negeri 1 Mungkid beserta berbagai organisasi siswa.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan program SSK SMP Negeri 1 Mungkid yang telah diakui dan mendapat penghargaan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan kriteria Paripurna berdasarkan surat keputusan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, dilakukan sosialisasi dan penandatanganan MOU/Nota Kesepakatan Bersama antara SMP Negeri 1 Mungkid dengan beberapa sekolah mitra, yaitu SMP Negeri 2 Mungkid, SMP Muhammadiyah Mungkid, MTs Muhammadiyah 1 Mungkid (Meduro), dan MTs Muhammadiyah 2 Mungkid (Sirojudin).

"SMP Negeri 1 Mungkid ditunjuk oleh Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang menjadi Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Magelang tahun 2023 dan telah menjadi Sekolah Siaga Kependudukan kriteria Paripurna di tahun 2024," ujar Muh Rohayat, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Mungkid. "Sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), SMP Negeri 1 Mungkid perlu mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah binaan sebagai upaya untuk mewujudkan rintisan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di wilayah Kabupaten Magelang."

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Ketahanan Keluarga Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang, Nanik Susilowati, S.Sos., MM., juga memberikan penekanan mengenai pentingnya program SSK. "Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah program sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran," jelasnya. "Tujuannya adalah untuk memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan, menumbuhkan sikap tanggung jawab, dan perilaku adaptif berkaitan dengan dinamika kependudukan."

Peserta kegiatan ini terdiri dari 4 kepala sekolah binaan SSK atau yang mewakili, 4 guru sekolah binaan SSK, 4 siswa sekolah binaan SSK, Tim SSK SMP Negeri 1 Mungkid, dan 30 siswa pengurus inti OSIS, MPK, Pramuka, PMR, dan Kader Adiwiyata SMP Negeri 1 Mungkid. Semua pihak terlibat aktif dalam proses sosialisasi dan pengimbasan sekolah siaga kependudukan, menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berkesinambungan.

Dengan kerjasama yang solid antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan program Sekolah Siaga Kependudukan dapat memberikan dampak positif yang besar dalam membangun kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam mengelola dan mengatasi tantangan kependudukan di masa depan. (MAAW)