Pada Kamis, 14 Maret 2024, pukul 10.00-12.00, SMP Negeri 1 Mungkid menyelenggarakan kegiatan yang menarik dan bermakna: Orang Tua Mengajar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat profil pelajar Pancasila khususnya dalam topik kewirausahaan untuk siswa kelas 7 dan 8. Di tengah pandangan yang semakin berkembang tentang pentingnya wirausaha di era modern ini, pembelajaran seperti ini menjadi krusial untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan.

Mengambil peran penting dalam kegiatan ini, orang tua siswa dari kelas 7 dan 8, yang mayoritas berprofesi sebagai wiraswasta baik dalam bidang jasa maupun barang, memberikan kontribusi berharga. Dengan pengalaman dan pengetahuan mereka dalam dunia kewirausahaan, mereka menjadi fasilitator yang sangat berharga dalam memberikan wawasan kepada anak-anak mereka serta rekan sekelasnya.

Sebanyak 13 orang tua dari kelas 8 dan 16 orang tua dari kelas 7 terlibat dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menyampaikan pengetahuan mereka tentang kewirausahaan, tetapi juga secara aktif terlibat dalam interaksi dengan siswa. Melalui diskusi langsung, mereka membantu mengidentifikasi minat, bakat, potensi siswa, serta potensi lingkungan dan sumber daya masyarakat di sekitar mereka. Hal ini memberikan perspektif baru bagi siswa dalam memahami dunia bisnis dan wirausaha.

KWU.jpg

Salah satu orang tua siswa,Ibu Yusrana Wulandari, menyampaikan saran dengan menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam memperkuat pendidikan siswa. Tidak hanya itu, Bapak Nunung Zudianto, juga mengusulkan untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan studi banding atau praktik langsung di lapangan. Ini akan memberikan pengalaman praktis yang lebih mendalam bagi siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh.

Kegiatan ini berlangsung lancar dan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Namira, siswa kelas 8H menyatakan bahwa kegiatan belajar dengan orang tua di kelas merupakan kegiatan yang seru karena bisa mendapatkan pengalaman dan cerita langsung dari orang tua sejak awal merintis usaha dan proses jatuh bangunnya. Secara umum siswa kelas 8A menyatakan asyik, karena mendapatkan pengalaman lebih luas dan nyata, penjelasan mudah dimengerti, dan juga seru karena jadi lebih kenal dengan orang tua temannya.
Dengan adanya partisipasi aktif dari orang tua dan siswa tersebut, harapannya adalah bahwa ini akan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan komunitas orang tua, serta akan membantu siswa dalam mempersiapkan diri untuk masa depan yang penuh tantangan namun penuh peluang di dunia kewirausahaan. (AMA)