Usai berhasil menjaring 246 peserta didik baru melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), SMP Negeri 1 Mungkid kembali melanjutkan rangkaian kegiatan PPDB dengan mengundang para orang tua/wali calon peserta didik baru pada Selasa(26/3/2024). 

gor1.png

Orang tua/wali calon peserta didik baru memadati GOR SMP Negeri 1 Mungkid untuk mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi program sekolah, informasi teknis daftar ulang, serta perkenalan dengan struktur organisasi SMP Negeri 1 Mungkid.

Dalam sosialisasi ini, sekolah menjelaskan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan setahun kedepan selama tahun ajaran 2024-2025. Acara yang diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Bapak Muh Rohayat, S.Pd berhasil menarik perhatian serta menyajikan sejumlah informasi penting mengenai gambaran tentang kegiatan dan program belajar mengajar yang akan dijalankan di SMP Negeri 1 Mungkid.

gor2.png

Dalam sambutan Kepala Sekolah, Bapak Muh Rohayat, S.Pd, menegaskan pentingnya kerjasama antara sekolah, orang tua dan masyarakat (Tri Pusat Pendidikan) dalam mendukung pendidikan yang berkualitas. "Sosialisasi program sekolah ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk memberikan pendidikan yang relevan bagi setiap siswa”. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen sekolah untuk memberikan pendidikan berkualitas dan memastikan bahwa proses pendaftaran hingga daftar ulang tidak dikenai biaya dan akan dibebankan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) 2024.

Acara dilanjutkan dengan paparan program kesiswaan yang disampaikan oleh Renggo Ayu Prahesti. Paparan tersebut mencakup aturan seragam sekolah, tata tertib sekolah, pembiasaan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Di sini, dijelaskan kegiatan kesiswaan tidak hanya berfokus pada aspek akademis, namun juga memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk berekspresi secara non-akademis. “Akan ada banyak kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang dapat diikuti oleh siswa dalam rangka mengembangkan potensi siswa” ujar Renggo.

Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk tetap mendampingi proses belajar siswa, mengingat calon peserta didik baru masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan pendidikan dasar hingga mendapatkan ijazah SD, meskipun sudah dinyatakan diterima di SMP.

Acara sosialisasi program sekolah di SMP Negeri 1 Mungkid tidak hanya menjadi wadah untuk memberikan informasi, tetapi juga merupakan momentum untuk membangun kemitraan yang kuat antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Dalam kegiatan ini juga didiskusikan terkait pengadaan seragam sekolah. Dijelaskan bahwa pengadaan seragam dapat dilakukan melalui Koperasi Karya Sejahtera, namun tidak bersifat wajib membeli melalui koperasi tersebut. Orang tua dapat mengadakan sendiri seragam sesuai dengan ketentuan tata tertib berseragam di sekolah.  

gor3.png

Dengan pemahaman yang baik dari orang tua calon peserta didik baru tentang peran mereka dalam mendukung pendidikan serta semangat kolaborasi dan komitmen bersama, dapat membentuk siswa yang berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. (MAAW)

Dalam rangka menyongsong ujian sekolah yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 13 Mei 2024 mendatang, diadakan kegiatan Uji Coba Asesmen Sumatif Akhir Tahun Ke-2 (UCO ASA) mulai tanggal 25 Maret hingga 1 April untuk siswa kelas 9. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kesiapan siswa dalam menghadapi ujian sekolah dengan mengujikan semua mata pelajaran yang telah dipelajari selama tiga tahun pembelajaran di jenjang SMP.

uco1.png

Kegiatan uji coba pada hari pertama ini dilaporkan berjalan lancar dan tertib, siswa menunjukkan tingkat fokus yang tinggi terhadap kesiapan belajar mereka untuk memperbaiki capaian dari kegiatan serupa telah dilakukan sebelumnya. Dilaporkan bahwa UCO ASA Ke-1 sebelumnya telah dilaksanakan pada 19-24 Februari dengan hasil rata-rata nilai tertinggi dari perolehan nilai 11 mata pelajaran mencapai angka 88.91, sementara rata-rata pararelnya mencapai 64.77. Sebagai upaya perbaikan hasil UCO ASA ke-1 dan untuk memastikan bahwa siswa benar-benar siap menghadapi ujian sekolah mendatang, semua mata pelajaran dievaluasi secara menyeluruh dalam proses pembelajaran. Evaluasi lebih lanjut terhadap capaian materi yang masih rendah di setiap mata pelajaran dilakukan untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang masih kurang.

uco2.png

Diharapkan, dengan adanya kegiatan UCO ASA ke-2 ini dan upaya evaluasi yang dilakukan oleh sekolah, siswa dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian sekolah mereka. Selain itu, hal ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan bahwa setiap siswa mencapai potensi belajar mereka secara maksimal. (DPS)

Pada hari Sabtu, tanggal 23 Maret 2024, SMP Negeri 1 Mungkid menggelar kegiatan pembagian laporan hasil Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASTS) Genap untuk siswa kelas 7, 8, dan 9. Proses ASTS yang dilaksanakan mulai tanggal 4 hingga 9 Maret mendapatkan nilai tertinggi kelas 9 mencapai 1030, kelas 8 sebesar 1018, dan kelas 7 sejumlah 989 dari masing-masing 11 mata pelajaran yang diujikan.

WhatsApp Image 2024 03 23 at 2.32.10 PM

Selama pembagian laporan hasil belajar, para wali kelas bersama siswa melakukan refleksi terhadap hasil belajar yang telah dicapai. Dimas Sugondo, siswa kelas 9, menyampaikan ada kendala fisik yang memengaruhi hasil belajarnya selama setengah semester lalu. Namun, ia berkomitmen untuk tetap fokus pada ujian kelulusan demi mewujudkan impiannya masuk ke sekolah lanjutan yang dicita-citakannya. Motivasinya semakin bertambah ketika belajar didampingi oleh kakaknya.

Ribkha Hafizh, siswa kelas 8, berjanji untuk lebih giat dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. Dia berkomitmen untuk belajar dengan lebih baik dan fokus menghadapi tes berikutnya. Sementara Haykal Mandala, juga dari kelas 8, mengungkapkan peningkatan hasil belajarnya. Dia menyatakan bahwa belajar dengan tenang di malam hari menjadi kunci kesuksesannya. Motto yang dipegangnya, "Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin", memberinya semangat untuk terus berprestasi.

Selain itu, laporan ASTS juga mencakup penilaian terhadap Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Demokrasi. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami proses pemilu di Indonesia, termasuk pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS serta pemilu umum 2024, sebagai bentuk dari Demokrasi Pancasila. Mereka diberdayakan untuk aktif mencari informasi dan berkolaborasi dalam mengamati proses pemilu, yang kemudian direfleksikan dalam sebuah laporan. Fokus dari P5 ini adalah untuk memperkuat profil siswa dalam hal kebhinekaan global, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

WhatsApp Image 2024 03 23 at 2.32.08 PM

Tidak hanya itu, laporan ASTS juga mencakup rekap kedisiplinan siswa terkait ketepatan waktu dan kehadiran di sekolah. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mengembangkan tidak hanya aspek akademis, tetapi juga nilai-nilai disiplin yang penting bagi pembentukan karakter siswa.

Kegiatan pembagian laporan hasil ASTS ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengevaluasi pencapaian akademis siswa, tetapi juga sebagai wadah untuk merenungkan perjalanan belajar serta menguatkan motivasi dan komitmen siswa dalam mencapai prestasi yang lebih baik di masa depan. (DPS)

Dalam rangka meningkatkan Kamtibmas, Polresta Magelang laksanakan program Police Go to School. Personel Polresta menyampaikan berbagai imbauan dan larangan kepada para pelajar SMP Negeri 1 Mungkid, Senin (25/03/2024) pagi.

police1.png

Police Go to School Polresta Magelang berkesempatan hadir memberikan sosialisasi dan pembinaan. Kapolresta Magelang KBP Mustofa, S.I.K., M.H., diwakili Kanit Bintibsos Sat Binmas Polresta Magelang, Iptu Anjar Prahasto beserta jajaran, dalam sosialisasinya menyampaikan larangan terkait kenakalan remaja, penggunaan narkotika, bullying, aksi tawuran, dan menghimbau untuk taat berlalu lintas.

“Saat ini yang baru menjadi perhatian hampir di seluruh lembaga pendidikan adalah maraknya aksi kenakalan anak-anak di bawah umur ditingkat SMP, MTs, MAN, SMK, dan SMA. “Sudahi perkelahian antar pelajar. Jangan berurusan dengan narkotika. Ada banyak kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur, termasuk bullying yang juga banyak macamnya serta jangan mengendarai kendaraan kalau belum cukup umur. Taati aturan lalu lintas, tanamkan rasa disiplin sejak dini,” imbuh Iptu Anjar.

police2.png

Iptu Anjar juga menghimbau untuk lebih mengawasi kegiatan siswa siswi. “Mohon untuk Bapak Ibu guru lebih ketat dan tegas dalam mengawasi para murid. Jangan segan untuk mendidik mereka menjadi lebih baik lagi. Jalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan orang tua dan libatkan peran serta masyarakat” pinta Iptu Ajar.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Muh Rohayat mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran Polresta Magelang. “Ini yang kami harapkan. Karena memang sedang marak terjadi kenakalan remaja termasuk anak seusia SMP. Untuk antisipasi, maka kami bekerja sama dengan Polresta Magelang untuk memberi sosialisasi terkait larangan kenakalan remaja, narkotika, dan sebagainya,” kata Muh Rohayat.

“Kami berharap para murid tidak berhubungan dengan kasus hukum, fokus saja dengan proses belajar, menambah wawasan dan ketrampilan yang bermanfaat agar nanti memiliki masa depan yang cerah. Bebragai cara sudah kami tempuh untuk mengantisipasi kenakalan remaja, khususnya untuk siswa kami. SMP Negeri 1 Mungkid merupakan Sekolah Siaga Kependudukan, Rintisan Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa tengah yang program-programnya sejalan dengan pencegahan kenakalan remaja. Parenting kepada orang tua, sosialisasi anti narkoba, anti bullying, anti pernikahan dini dan anti tawuran sudah kami lakukan. Bahkan kami juga menerapkan absen kegiatan anak pada malam hari secara online melalui link absen yang diisi orang tua sebagai langkah memonitor kegiatan anak dirumah” imbuh Muh Rohayat.

police3.png

police4.png

Rekap absen kegiatan anak pada malam hari secara online melalui link absen yang diisi orang tua tersebut, diperoleh data bahwa sebanyak 90,1% siswa beraktifitas di dalam rumah dengan pantauan orang tua, sedangkan 8,84% beraktifitas di luar rumah dengan pantauan orang tua. Sisanya, sebanyak 1,04% siswa beraktifitas diluar rumah tanpa pantauan orang tua. Hasil rekap ini menunjukkan peran serta yang penting dari orang tua dalam pendampingan kegiatan siswa baik di rumah maupun di luar rumah di malam hari. Dengan adanya sistem absen online ini, sekolah dapat memantau kegiatan siswa dan memastikan bahwa siswa berada dalam lingkungan yang aman dan dengan pendampingan orang tua. Meskipun demikian, terdapat juga sebagian kecil siswa yang beraktifitas diluar rumah tanpa pantauan orang tua, yang menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut dalam meningkatkan pendampingan dan pengawasan terhadap siswa di luar rumah dalam kaitannya juga untuk pencegahan kenakalan remaja. (MAAW)

Berbagi Takjil: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Bapak Slamet Achmad Husein, SE, MM didampingi Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Muh Rohayat, S.Pd. ikut membagikan takjil bersama Pengurus OSIS dan Rokhis SMP Negeri 1 Mungkid pada Jum’at, 22 Maret 2024.

takjil1.png

Momen yang sungguh luar biasa dan tanpa direncana, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang mendampingi kegiatan berbagi takjil yang merupakan program kerja OSIS SMP Negeri  1 Mungkid, khususnya Sekbid 1 (Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan YME). "Makanan takjil buka puasa yang dibagikan siswa siswi SMP Negeri 1 Mungkid yang tergabung dalam OSIS dan Rokhis berasal dari sumbangan orang tua murid, para guru, murid dan donatur," kata KepalaSMP Negeri 1 Mungkid, Jumat.

Muh Rohayat mengatakan, meski berbagi takjil buka puasa hanya dengan aneka kue, makanan ringan dan minuman sederhana, tetapi sangat meringankan kebutuhan masyarakat, khsusunya bagi kaum Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1445 H. Mereka yang bekerja sampai sore dan mungkin tidak sempat berbuka di rumah ataupun belum sempat menyiapkan hidangan berbuka. Terlebih lagi untuk ojek online, sopir dan para kaum dzuafa serta fakir miskin.

Sedangkan tujuan lain pembagian takjil buka puasa yang dilakukan para siswa siswi, menurut Muh Rohayat, untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan anak-anak di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, berkah dan pengampunan. "Melalui pembagian takjil buka puasa Ramadhan juga telah mengajarkan kepedulian para siswa siswi SMP Negeri 1 Mungkid  untuk berbagi kebaikan kepada warga sekitar," harapnya.

takjil2.png

“Berbagi takjil yang dilaksanakan SMP Negei 1 Mungkid merupakan aksi nyata, aksi mulia. Kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat bahwa bagaimana nikmatnya berbagai kebaikan di bulan yang penuh berkah. Dan ternyata, lewat aksi ini hadirkan senyum antara mereka yang menerima takjil dan mereka yang membagikan Takjil.” Ujar Slamet Achmad Husen.

takjil3.png

“Sebagai pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, saya sangat mendukung kegiatan ini. Kalau program ini sukses dilaksanakan SMP Negeri 1 Mungkid, semoga juga bisa dilaksanakan di sekolah lain. Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang nantinya bisa melahirkan Generasi Emas Indonesia” Tutupnya. (MAAW)