Cetak
Berita
Dilihat: 559

Dalam rangka meningkatkan Kamtibmas, Polresta Magelang laksanakan program Police Go to School. Personel Polresta menyampaikan berbagai imbauan dan larangan kepada para pelajar SMP Negeri 1 Mungkid, Senin (25/03/2024) pagi.

police1.png

Police Go to School Polresta Magelang berkesempatan hadir memberikan sosialisasi dan pembinaan. Kapolresta Magelang KBP Mustofa, S.I.K., M.H., diwakili Kanit Bintibsos Sat Binmas Polresta Magelang, Iptu Anjar Prahasto beserta jajaran, dalam sosialisasinya menyampaikan larangan terkait kenakalan remaja, penggunaan narkotika, bullying, aksi tawuran, dan menghimbau untuk taat berlalu lintas.

“Saat ini yang baru menjadi perhatian hampir di seluruh lembaga pendidikan adalah maraknya aksi kenakalan anak-anak di bawah umur ditingkat SMP, MTs, MAN, SMK, dan SMA. “Sudahi perkelahian antar pelajar. Jangan berurusan dengan narkotika. Ada banyak kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur, termasuk bullying yang juga banyak macamnya serta jangan mengendarai kendaraan kalau belum cukup umur. Taati aturan lalu lintas, tanamkan rasa disiplin sejak dini,” imbuh Iptu Anjar.

police2.png

Iptu Anjar juga menghimbau untuk lebih mengawasi kegiatan siswa siswi. “Mohon untuk Bapak Ibu guru lebih ketat dan tegas dalam mengawasi para murid. Jangan segan untuk mendidik mereka menjadi lebih baik lagi. Jalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan orang tua dan libatkan peran serta masyarakat” pinta Iptu Ajar.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Muh Rohayat mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran Polresta Magelang. “Ini yang kami harapkan. Karena memang sedang marak terjadi kenakalan remaja termasuk anak seusia SMP. Untuk antisipasi, maka kami bekerja sama dengan Polresta Magelang untuk memberi sosialisasi terkait larangan kenakalan remaja, narkotika, dan sebagainya,” kata Muh Rohayat.

“Kami berharap para murid tidak berhubungan dengan kasus hukum, fokus saja dengan proses belajar, menambah wawasan dan ketrampilan yang bermanfaat agar nanti memiliki masa depan yang cerah. Bebragai cara sudah kami tempuh untuk mengantisipasi kenakalan remaja, khususnya untuk siswa kami. SMP Negeri 1 Mungkid merupakan Sekolah Siaga Kependudukan, Rintisan Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa tengah yang program-programnya sejalan dengan pencegahan kenakalan remaja. Parenting kepada orang tua, sosialisasi anti narkoba, anti bullying, anti pernikahan dini dan anti tawuran sudah kami lakukan. Bahkan kami juga menerapkan absen kegiatan anak pada malam hari secara online melalui link absen yang diisi orang tua sebagai langkah memonitor kegiatan anak dirumah” imbuh Muh Rohayat.

police3.png

police4.png

Rekap absen kegiatan anak pada malam hari secara online melalui link absen yang diisi orang tua tersebut, diperoleh data bahwa sebanyak 90,1% siswa beraktifitas di dalam rumah dengan pantauan orang tua, sedangkan 8,84% beraktifitas di luar rumah dengan pantauan orang tua. Sisanya, sebanyak 1,04% siswa beraktifitas diluar rumah tanpa pantauan orang tua. Hasil rekap ini menunjukkan peran serta yang penting dari orang tua dalam pendampingan kegiatan siswa baik di rumah maupun di luar rumah di malam hari. Dengan adanya sistem absen online ini, sekolah dapat memantau kegiatan siswa dan memastikan bahwa siswa berada dalam lingkungan yang aman dan dengan pendampingan orang tua. Meskipun demikian, terdapat juga sebagian kecil siswa yang beraktifitas diluar rumah tanpa pantauan orang tua, yang menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut dalam meningkatkan pendampingan dan pengawasan terhadap siswa di luar rumah dalam kaitannya juga untuk pencegahan kenakalan remaja. (MAAW)