Cetak
Berita
Dilihat: 373

WhatsApp Image 2024 03 18 at 13.34.23Pada Jum’at, 15 Maret 2024, SMP Negeri 1 Mungkid Kabupaten Magelang menjadi pusat kegiatan penting dalam upaya mewujudkan rintisan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di wilayah Mungkid khususnya. Acara ini melibatkan berbagai pihak termasuk Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang, sekolah-sekolah binaan, serta tim SSK SMP Negeri 1 Mungkid beserta berbagai organisasi siswa.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan program SSK SMP Negeri 1 Mungkid yang telah diakui dan mendapat penghargaan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan kriteria Paripurna berdasarkan surat keputusan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, dilakukan sosialisasi dan penandatanganan MOU/Nota Kesepakatan Bersama antara SMP Negeri 1 Mungkid dengan beberapa sekolah mitra, yaitu SMP Negeri 2 Mungkid, SMP Muhammadiyah Mungkid, MTs Muhammadiyah 1 Mungkid (Meduro), dan MTs Muhammadiyah 2 Mungkid (Sirojudin).

"SMP Negeri 1 Mungkid ditunjuk oleh Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang menjadi Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Magelang tahun 2023 dan telah menjadi Sekolah Siaga Kependudukan kriteria Paripurna di tahun 2024," ujar Muh Rohayat, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Mungkid. "Sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), SMP Negeri 1 Mungkid perlu mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah binaan sebagai upaya untuk mewujudkan rintisan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di wilayah Kabupaten Magelang."

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Ketahanan Keluarga Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang, Nanik Susilowati, S.Sos., MM., juga memberikan penekanan mengenai pentingnya program SSK. "Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah program sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran," jelasnya. "Tujuannya adalah untuk memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan, menumbuhkan sikap tanggung jawab, dan perilaku adaptif berkaitan dengan dinamika kependudukan."

Peserta kegiatan ini terdiri dari 4 kepala sekolah binaan SSK atau yang mewakili, 4 guru sekolah binaan SSK, 4 siswa sekolah binaan SSK, Tim SSK SMP Negeri 1 Mungkid, dan 30 siswa pengurus inti OSIS, MPK, Pramuka, PMR, dan Kader Adiwiyata SMP Negeri 1 Mungkid. Semua pihak terlibat aktif dalam proses sosialisasi dan pengimbasan sekolah siaga kependudukan, menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berkesinambungan.

Dengan kerjasama yang solid antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan program Sekolah Siaga Kependudukan dapat memberikan dampak positif yang besar dalam membangun kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam mengelola dan mengatasi tantangan kependudukan di masa depan. (MAAW)