Cetak
Berita
Dilihat: 1103

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup berarti bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah harus dihentikan sementara dan digantikan dengan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) demi menjalankan protokol kesehatan physical distancing. Namun, hal tersebut tidak menghalangi guru-guru untuk tetap berprestasi.  Seperti yang dilakukan oleh salah  satu guru SMP Negeri 1 Mungkid dengan mengikuti ajang Lomba Penulisan Best Practice dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2020. Ajang bergengsi yang diadakan oleh forum GARASI (Guru Sadar Literasi) bekerjasama dengan Disdikbud ini digelar di Ruang Pengawas lantai II Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,  diikuti oleh guru-guru SD dan SMP di kabupaten Magelang. Peserta yang mengikuti lomba tersebut berjumlah 43 orang, dengan penyaringan secara ketat kemudian panitia lomba menentukan masing-masing 6 finalis dari jenjang SD dan SMP. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, dari 12 finalis tersebut guru SMP N 1 Mungkid, Ibu Dra. Anatri Endras Sumekar memperoleh juara 1 baik dalam babak penyisihan maupun babak final tingkat SMP se-kabupaten Magelang. Beliau mengusung judul NITIH DOKAR (Wani Nggetih Disertai Motivasi, Komunikasi, dan Kerjasama) untuk Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab, dan Meningkatkan Prestasi Kelas SMP Negeri 1 Mungkid. Judul yang diangkat merupakan pengalaman terbaik yang dilakukan beliau ketika menjadi wali kelas selama tiga tahun berturut-turut. Tak disangka, dengan judul NITIH DOKAR mendapatkan apresiasi sangat baik dari tim juri.

 a

Peserta Lomba berfoto Bersama Ketua PGRI Kabupaten Magelang dan Tim Juri sesaat setelah penerimaan piala, sertifikat, dan  merchandise

Alasan beliau menulis best practice karena dirasa selama ini peserta didik belum seluruhnya mempunyai karakter tanggung jawab. “Ketika kegiatan kelas, ada beberapa peserta didik yang malas dan asyik bermain sendiri’, tegasnya.

Ibu Anatri, menerapkan etika kepemimpinan nasional “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” dalam mengelola kelasnya yang diaplikasikan ke dalam NITIH DOKAR.  Jerih payah beliau berbuah hasil dan dampak yang positif. Salah satuny adalah  peserta didik mudah diajak bekerja sama, ada semangat yang tumbuh dalam dirinya sehingga ada rasa tanggung jawab dan berdampak meraih kejuaraan. Selain itu ada perubahan dari kelas yang biasa,  menjadi indah dengan adanya pojok baca, taman kelas yang awalnya gersang menjadi indah.

 b  c

Foto Pojok Baca

Sebelum Mendapat Sentuhan NITIH DOKAR

Foto Pojok Baca

Setelah Mendapat Sentuhan  NITIH DOKAR

Sebagai juara 1 lomba penulisan best practice  tingkat SMP se-Kabupaten Magelang, Ibu Anatri memperoleh penghargaan berupa piala, sertifikat, dan merchandise. Penyerahan hadiah diberikan secara langsung oleh Korwas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Ibu Dra. Bekti Dyah Hastuti, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Bapak Supriyanto, S.Pd menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Dra. Anatri atas diraihnya kejuaraan tersebut.

           

 d

Foto Bersama Korwas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Ibu Dra. Bekti Dyah Hastuti, M.Pd (kanan) dan Dewan Juri Dra. Puji Handayani, M.Pd (Kiri)

“Apa yang dilakukan Ibu Anatri bisa membawa virus positif yang menular untuk semua guru agar senang menulis,” ujar Kepala Sekolah.

Saat ditemui tim Jurskid, Ibu Anatri dengan senang menceritakan pengalamannya menjadi wali kelas selama tiga tahun berturut-turut yang membawa perubahan terhadap anak-anak, dalam hal karakter tanggung jawab dan prestasi mereka.

“Pembentukan karakter anak tidak hanya dilakukan oleh guru, namun wali kelas memiliki peran dan potensi yang sangat penting untuk menumbuhkan karakter anak tersebut”, tuturnya penuh semangat.           

 e

Foto Bersama Panitia GARASI, Ibu Dila Kusumawati, M.Pd

 “Ibu Anatri guru Bahasa Jawa yang luar biasa dan sangat menginspirasi. Anak-anak menjadi senang belajar bahasa Jawa karena menggunakan metode yang menyenangkan. Sebagai wali kelas sangat open (perhatian) dengan anak-anaknya, mereka sangat dekat dengan wali kelasnya dan seperti dengan ibunya sendiri. Kemampuan menggerakkan siswa dan orangtua membuktikan jiwa kewirausahaannya tinggi. Hasil yg diperoleh kelasnya menjadi juara ketika lomba antar kelas, membuktikan usahanya yang luar biasa”, ujar Ibu Dila Kusumawati, M.Pd selaku panitia GARASI.***ton